BAB II
SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA
AMERIKA, JEPANG, CINA, INDIA DAN MEKSIKO
Sistem Akuntansi Negara – negara benua Eropa
Negara Rep. Ceko
Rep. Ceko mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1993 dan secara bertahap
mengikuti polandia dan menggunakan model shock therapy sebagai sebuah upaya
untuk berubah menjadi pasar ekonomi. Meskipun berjalan dnegan sukes beberapa
tahun pertama, Rep. Ceko mendapatkan masalah dengan mata uangnya pada tahun
1996, yang mana membutuhkan keputusan kebijakan uang ketat. Perekonomian masih
menderita karena defisit keuangan besar dan inflasi yang terus meningkat.
Tetapi banyak orang merasa Rep. Ceko telah berhasil mentransisi dirinya ke
pasar ekonomi, hal ini dibuktikan dengan masuknya mereka ke Uni Eropa pada
tahun 2004.
Rep. ceko memperkenalkan sistem akuntansi dan pajak yang baru pada tahun 1993.
seperti polandia, standar ini masih dibuat oleh menteri keuangan, tetapi mereka
lebih fokus ke standar ekonomi yang dibawa pasar. Rep. Ceko sekarang bekerja
untuk menghilangkan perbedaan antara peraturan akuntansi Ceko dengan IFRS
menggunakan aturan Ceko.
Seperti Polandia, hak masuk Rep. Ceko ke Uni Eropa merupakan langkah besar
untuk negara ini karena persyaratannya yang berat. Sebagai tambahan ini
menggambarkan kesuksesan negara ini untuk pasar ekonomi. Meskipun keterpurukan
ekonomi masih ada. Sebagai bagian dari Uni Eropa, republik ceko mengadopsi IFRS
pada tahun 2005. Tantangan Rep. Ceko pada saat ini adalah untuk bertahan dengan
perubahan yang cepat tanpa manajemen senior. Perubahan menuju IFRS membutuhkan
banyak perjuangan dari seluruh perusahaan untuk menggunakan sistem baru dalam
proses pengungkapan perusahaan
Negara Prancis
Prancis merupakan penyokong utama
dunia dalam kesamaan akuntansi nasional. Mentri Ekonomi Nasional menyetujui Plan
Comptable General (undang-undang akuntansi nasional) formal yang pertama
pada September 1957. Plan Comptable General berisi:
1.
Tujuan dan
prinsip aporan dan akuntansi keuangan
2.
Definisi aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan pengeluaran
3.
Aturan-aturan
valuasi dan pengakuan
4.
Daftar akun, persyaratan penggunaannya, dan persyaratan tata buku lainnya yang
telah distandarisasi
5.
Contoh laporan keuangan dan aturan presentasinya
Akuntansi prancis sangat dipengaruhi oleh Plan
Comptable General sehingga kadang-kadang melupakan legislasi komersial (yaitu, Code
de Commerce). Catatan atas laporan keuangan diatur oleh Plan
Comptable General (termasuk format dan urutannya), catatan-catatan tersebut
disajikan secara sistematis sehingga analisis-analisis keuangan prancis bisa
membuat prosedur-prosedur pengembangan rasio keuangan yang terstandarisasi.
Laporan keuangan prancis harus melaporkan hal-hal berikut :
1.
Neraca
2.
Laporan laba rugi
3.
Catatan atas laporan keuangan
4.
Laporan direktur
5.
Laporan auditor
Negara Jerman
Iklim akuntansi jerman terus berubah
semenjak akhir perang dunia II. Pada masa itu, akuntansi bisnis menekankan
daftar akun nasional dan seksional. Commercial Code menetapkan beragam
prinsip tentang “pembukuan yang rapi”, dan audit yang mandiri hampir tidak
selamat dari perang.
Sistem penyusunan standar akuntansi
Jerman secara umum sama dengan sistem yang digunakan di Inggris dan Amerika
Serikat dan sama dengan IASB. Namun penting untuk menekankan bahwa standar GASB
merupakan rekomendasi otoriter yang hanya berlaku untuk laporan keuangan
gabungan. Standar tersebut tidak membatasi atau mengubah persyaratan HGB. GASB
diciptakan untuk mengembangkan susunan standar Jerman yang sesuai dengan
standar akuntansi internasional.
Undang-undang Jerman menetapkan
persyaratan akuntansi, audit, dan laporan keuangan yang berbeda tergantung pada
ukuran perusahaan pada organisasi bisnisnya.
Sebuah keistimewaan dari sistem
laporan keuangan Jerman adalah adanya laporan pribadi dari auditor kepada dewan
direktur dan dewan pengawas perusahaan. Laporan ini mengomentari prospek masa
depan perusahaan dan khususnya faktor-faktor yang bisa mengancam
kelangsungannya.
Negara Belanda
Akuntansi Belanda memberikan
beberapa paradoks yang menarik. Belanda memiliki undang-undang akuntansi dan
persyaratan laporan keuangan yang cukup bebas tapi standar praktik profesional
yang sangat tinggi. Belanda merupakan sebuah negara hukum, namun akuntansinya
diorientasikan ke arah kewajaran penyajian. Isi ketentuan undang-undang
tahun1970 adalah:
1.
Laporan keuangan tahunan harus menunjukan gambaran yang jelas dari posisi
keuangan dan hasil tahun tersebut, dan semua artikelnya harus dikelompokan dan
dijelaskan dengan cepat.
2.
Laporan
keuangan harus disusun berdasarkan praktik bisnis yang aman (misalnya prinsip-prinsip
akuntansi yang bisa diterima oleh komunitas bisnis).
3.
Dasar-dasar untuk penulisan aset dan utang serta untuk menentukan hasil operasi
harus diungkapkan.
4.
Laporan keuangan harus disusun pada dasar yang konsisten, dan pengaruh material
dari perubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi harus diungkapkan dengan cepat.
5.
Informasi keuangan yang komparatif untuk periode terdahulu harus diungkakan
dalam laporan keuangan dan catatan kaki yang menyertainya.
Negara Inggris
Akuntansi di Inggris berkembang
sebagai sebuah ilmu tunggal, secara pragmatis merespons terhadap kebutuhan dan
praktik bisnis. Seiring waktu, secara berturut-turut undang-undang perusahaan
menambahkan susunan dan persyaratan lainnya, tapi masih memperbolehkan
fleksibilitas akuntan dalam penerapan penilaian profesional. Warisan akuntansi
Inggris pada dunia sangatlah mendasar. Inggris merupakan negara pertama di
dunia yang mengembangkan sebuah profesi akuntansi seperti yang kita kenal saat
ini.
Dua sumber utama untuk standar akuntansi
keuangan di Inggris adalah undang-undang perusahaan dan profesi akuntansi.
Unadang-undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip akuntansi dasar:
1.
Pendapatan dan beban disesuaikan dengan dasar akrual.
2.
Aset dan kewajiban individu dalam setiap golongan aset kewajiban dihitung
terpisah.
3.
Prinsip konservatisme (kehati-hatian) diterapkan, khususnya dalam pengenalan
penghasilan yang didapat dan semua kewajiban dan kerugian yang ditemukan.
4.
Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten diharuskan dari tahun ke tahun
5.
Prinsip perusahaan yang terus berjalan bisa diterapkan untuk entitas yang
sedang dihitung.
Keistimewaan lain laporan keuangan
inggris adalah bahwa perusahaan-perusahaan kecil dan menengah dibebaskan dari
banyak kewajiban laporan keuangan. Secara umum, perusahaan kecil dan menengah
diizinkan untuk menyusun akun singkat dengan informasi minimum yang telah
ditentukan sebelumnya.
Sistem Akuntansi Negara – negara benua Amerika dan
Asia
Negara Amerika serikat
Akuntansi di Amerika serikat diatur
oleh badan sector khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial
Accounting Standard Board-FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong
kewenangan terhadap standarisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi
keamanan dan kurs (Securities and Exchange Commission-SEC).
Prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) terdiri dari
seluruh standar, aturan, dan regulasi keuangan yang harus diperhatikan ketika
menyusun laporan keuangan, laporan keuangan seharusnya menyajikan secara wajar
posisi keuangan suatu perusahaan dan hasil operasinya sesuai dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secar umum. Laporan keuangan
konsolidasi bersifat wajib dan laporan keuangan Amerika yang diterbitkan
biasanya tidak memuat hanya laporan induk perusahaan saja. Aturan konsolidasi
mengharuskan seluruh anak perusahaan yang dikendalikan (yaitu, dengan
kepemilikan yang melebihi 50 persen dari saham dengan hak suara) harus
dikonsolidasikan secara penuh, walaupun operasi anak perusahaan tersebut tidak
homogen. Laporan keuangan interim (kuartalan) diwajibkan untuk perusahaan yang
sahamnya tercatat pada bursa efek utama. Laporan ini biasanya hanya berisi
laporan keuangan ringkas yang tidak diaudit dan komentar manajemen secara
singkat. Aturan pengukuran akuntansi di Amerika Serikat mengasumsikan bahwa
suatu entitas usaha akan terus melangsungkan usahanya. Pengukuran dengan dasar
akrual sangat luas dan pengakuan transaksi dan peristiwa sangat tergantung pada
konsep penanding.Tipe laporan keuangan tahunan pada perusahaan besar di AS
memiliki beberapa komponen di bawah ini:
1.
Laporan manajemen
2.
Laporan auditor independen
3. Laporan
keuangan primer (laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laba rugi
komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
4.
Diskusi manajemen dan analisis hasil operasional dan kondisi keuangan
5. Penjelasan
mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan
keuangan
6.
Catatan atas laporan keuangan
7.
Perbandingan data keuangan selama lima atau sepuluh tahun
8.
Data triwulan terpilih
Negara Meksiko
Meksiko memiliki free-market
ekonomi yang besar diantaranya perushaan milik pemerintah atau yang dikontrol
perusahaan menguasai industri perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan
swasta mendominasi pabrik, konstruksi, tambang, hiburan, serta industri
pelayanan.
Dengan banyaknya perusahaan yang
dikontrol oleh perseorangan, perusahaan meksiko biasanya menjaga informasi dan
merahasiakan laporan keuangan mereka. Hal ini juga kini telah berubah.
Penjelasan praktik dari akuntansi meksiko terus dipengaruhi oleh eksektasi
pasar AS. Meksiko berkomitmen untuk bekerja sama dengan IFRS. Sekarang Meksiko
merunut pada IASB sebagai panduan dalam menyelesaikan permasalahan akunatansi
yang muncul, terutama dalam kasus dimana tidak tercantum dalam standarisasi
Meksiko.
Meskipun
hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penetapan standar akuntansi di meksiko
menggunakan pendekatan Inggris – Amerika atau Anglo Saxon. Prinsip akuntansi
meksiko tidak membedakan perusahaan besar dan kecil dan diterapkan untuk
seluruh bentuk badan usaha. Namun tingkat keharusan untuk menyusun laporan
keuangan dan diaudit berbeda-beda menurut jenis dan ukuran perusahaan. Tahun
fiskal perusahaan Meksiko harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan
keuangan konsolidasi komparatif harus disusun terdiri dari neraca, laporan laba
rugi, laporan perubahan ekuitas pemegang saham, laporan perubahan posisi
keuangan dan catatan.
Negara Jepang
Pembukuan dan laporan keuangan
Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestik dan
internasional. Dua agensi permerintah yang terpisah memiliki tanggung jawab
regulasi akuntansi, dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari
undang-undang pajak penghasilan perusahaan jepang.
Perintah nasional memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap akuntansi jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada
tiga badan hukum: undang-undang perusahaan (company law), undang-undang
pertukaran dan sekuritas (securities and exchange law), dan
undang-undang pajak penghasilan perusahaan (corporate income tax law).
Hukum
komersial mewajibkan perusahaan perusahaan besar untuk menyusun laporan konsolidasi,
perusahaan yang mencatat saham harus menyusun laporan konsolidasi sesuai dengan
SEL. Akun perusahaan secara terpisah merupakan dasar bagi laporan konsolidasi
dan umumnya prinsip akuntansi yang sama digunakan untuk keduannya. Anak
perusahaan dikonsolidasikan jika induk perusahaan secara langsung dan tidak
langsung mengendalikan kebijakan keuangan dan operasionalnya. Meskipun metode
penyatuan kepemilikan diperbolehkan, metode pembelian untuk penggabungan usaha
umumnya digunakan. Goodwill diukur menurut dasar nilai wajar aktiva bersih yang
diakuisisi dan diamortisasi selama maksimum 20 tahun, metode ekuitas digunakan
untuk mencatat usaha patungan.
Cina
Karakteristik dasar akuntansi Cina
dimulai sejak pembentukan RRC pada tahun 1949. Cina menerapkan program ekonomi
yang sangat terpusat. Negara mengendalikan kepemilikan, hak guna, dan
distribusi untuk semua sarana produksi, dan memberlakukan pelaksanaan dan
pengendalian ekonomi yang disiplin. Produksi menjadi prioritas utama perusahaan
milik negara. Mereka menjual dan member harga yang ditentukan oleh otoritas
program negara, dan penetapan biaya keuangan dan produk mereka diatur oleh
departemen keuangan negara. Berdasarkan sistem ini, tujuan akuntansi adalah
memenuhi kebutuhan negara untuk program dan pengendalian ekonomi. Susunan
persamaan standar akuntansi telah dikembangkan supaya menyatukan informasi ke
dalam perencanaan ekonomi nasional.
Pengaruh bangsa Inggris meluas pada
akuntansi: pelaporan keuangan ditujukan pada saat presentasi wajar dan ada profesi
akuntansi independen yang mengatur standar akuntansi dan proses audit. Dua
sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan
profesi akuntansi. The Institute of Chartered Accountants of India
mengatur izin profesi akuntansi dan bertanggung jawab untuk mengembangkan
standar akuntansi dan profesi audit.
Sistem
Akuntansi Negara Korea Selatan
Korea Selatan adalah sebuah Negara di Asia Timur
yang memiliki kekuatan ekonomi pasar yang besar dan menempati urutan kelima
belas berdasarkan PDB. Korea Selatan telah mencapai rekor ekspor impor yang
gemilang dengan nilai ekspornya merupakan terbesar kedelapan di dunia,
sementara, nilai impornya terbesar kesebelas. Selain itu Korea Selatan juga
termasuk dalam kelompok The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and
Central Bank Governors. Sebagai anggota dari G20, Korea Selatan telah
mewajibkan semua perusahaan yang dan lembaga keuangan terdaftar untuk
menggunakan IFRS dalam menyusun laporan keuangannya sejak tahun 2011 meskipun
sudah terdapat peraturan untuk setiap perusahaan menggunakan IFRS pada tahun
2009. Penggunaan penuh IFRS dilakukan Korea Selatan termasuk Negara yang paling
banyak mengacu pada IFRS mengingat tidak hanya perusahaan yang go public,
perusahaan privat dan UKM pun banyak yang menggunakan IFRS dalam penyusunan
laporan keuangannya dimana IFRS yang dianut adalah IFRS yang dipublikasikan langsung
oleh IASB. Sistem hukum yang dianut oleh Korea Selatan adalah hukum kode (Eropa
Continental).
Sistem Akuntansi Negara Indonesia
Sistem
akuntansi di Indonesia menganut sistem akuntansi Belanda karena pernah menjadi
koloni Belanda. Ketika Indonesia merdeka pada pertengahan 1900an, standar
akuntansi di Indonesia mengacu kepada standar Amerika. 1959, Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) dibentuk sebagai organisasi akuntan di Indonesia. 1970an, IAI
mengadopsi prinsip dan standar akuntansi US GAAP. Sistem akuntansi di Indonesia
berfokus pada informasi yang dibutuhkan investor. 1974, IAI membentuk Dewan
Standar Akuntansi keuangan (DSAK) untuk menyusun standar akuntansi. 1994, DSAK
melakukan harmonisasi standar akuntansi dengan IFRS.
Setiap negara memiliki sistem
akuntansi yang berbeda-beda. oleh karenanya, sering kita membandingkan sistem
akuntansi antar negara tersebut. Menurut Choi (2011:49-96), contoh
perlakuan-perlakuan akuntansi yang berbeda disebabkan oleh adanya penggunaan
standar yang berbeda, sebagai contoh:
a) Standar akuntansi di Inggris Raya memperbolehkan
perusahaan menggunakan penilai untuk menentukan nilai pasar wajar atas aset
tetapnya dan hal tersebut tidak boleh dilakukan di Amerika;
b) Standar akuntansi di Meksiko memperbolehkan
perusahaan untuk menyesuaikan nilai persediaannya terhadap laju inflasi, dan
kebanyakan negara lain melarang hal tersebut;
c) Standar akuntansi di Amerika Serikat memperbolehkan
goodwill dikapitalisasi dan dijadikan beban hanya jika goodwill tersebut
mengalami penurunan nilai, sedangkan di beberapa negara lain goodwill dapat
diamortisasi dengan periode yang berbeda-beda;
d) Standar akuntansi di beberapa negara fasilitas yang
diberikan kepada pekerja semisal fasilitas kesehatan boleh diakui sebagai
kewajiban sedangkan di negara lain hal tersebut baru diakui ketika fasilitas
tersebut dibayarkan;
e) Standar akuntansi beberapa negara lebih
mementingkan pengakuan pendapatan dengan mengunakan basis kas dan bukan dengan
basis akrual.
REFERENSI :
Lilik Purwanti. Dampak Harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan terhadap Peran Akuntansi, Perkembangan Profesi Akuntan dan Pendidikan Akuntansi.
(Diakses Pada, 23Maret 2016. 14:37 WIB).
Ida Nurhayati, SE, MSI dan Maryono, AKP, SE,
MM, AK, CA. Damapak Konvergensi Standar Akuntansi Keuangan Terhadap
International Finalcial Reporting Standards (IFRS) Pada Perusahaan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus Peusahaan Manufaktur). (Diakses
Pada, 25 April 2016. 14:37 WIB).
Hellen Gernon dan Gary K. Meek, Akuntansi Perspektif Internasional. Edisi ke 5.(Diakses pada, 11 April 2016, 19:40 WIB).
Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Akuntansi Internasional
Nama
: D. Purnomo
Dosen
: Jessica Barus, S.E., Mmsi.
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar