BAB I
PERBANDINGAN AKUNTANSI NEGARA EROPA,
AMERIKA DAN ASIA
Analisa Komparatif Akuntansi di
Amerika, Eropa, dan Asia
Perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi
berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing, dan bidang
akuntansi lainnya. Pengetahuan khusus tentang akuntansi dalam sebuah negara
diperlukan untuk menganalisis laporan keuangan negara tersebut. Di sini akan
membahas perbandingan akuntansi Amerika Eropa dan Asia.
AKUNTANSI NEGARA BENUA AMERIKA DAN EROPA
1. Meksiko
Meksiko memberikan informasi yang
dibutuhkan oleh kreditor dan pemungut pajak. Sistem resmi Meksiko yang berasal
dari Perancis adalah faktor yang lebih disukai. Sejak pembentukan persetujuan
perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA / North American Free Trade Agreement)
pertumbuhan ekonomi Meksiko telah meningkat. Tetapi dengan negara internasional
lainnya menjadi lebih menonjol pada arena global adalah hal yang penting bagi
Meksiko untuk dapat mengakses pendanaan. Meksiko memerlukan keterbukaan dalam
kerjasamanya sebagai tujuan untuk mencapai perkembangan ekonomi yang
berkesinambungan.
Secara sejarah, akuntansi Meksiko
telah dipengaruhi prinsip akuntansi berlaku umum AS dan standar auditing AS.
Pengaruh kuat ini dibutuhkan oleh Meksiko untuk investasi asing yang datang
dari AS. Lebih jauh lagi banyak perusahaan Meksiko yang mendaftarkan dirinya
kedalam pasar saham terbesar di dunia. Kecenderungan mereka untuk melihat ke
standar akuntansi AS telah meningkat setelah dibuatnya NAFTA, tetapi Meksiko
secara berkala melihat IFRS ketika standar AS tidak bisa memenuhi keinginan
mereka.
Konstitusi Meksiko menetapkan
asosiasi profesional untuk menetapkan bagian tanggung jawab aktivitas mereka.
Asosiasi akuntan melalui negara mendelegasikan kapasitas yang berkaitan dengan
aturan ke IMCP, yang juga merupakan institusi yang mengawasi profesi akuntansi
di Meksiko. IMCP mengeluarkan standar akuntansi dan audit, begitu juga kode
etik untuk akuntan, mirip seperti AICPA di Amerika. IMCP menetapkan persyaratan
pendidikan berkelanjutan, melakukan investigasi dan mengatur praktek
profesional. Pada tahun 2001 IMCP membentuk CINIF, institusi ini bertanggung
jawab untuk membuat standar akuntansi sejalan dengan IFRS. Pada tahun 2004
standar yang dikeluarkan oleh IMCP diteruskan ke CINIF. Pada tahun 2005, GAAP
Meksiko sudah 70% sejalan dengan standar internasional.
2. Republik Ceko
Republik Ceko mendapatkan
kemerdekaannya pada tahun 1993 dan secar bertahap mengikuti Polandia dan
menggunakan model shock therapy sebagai sebuah upaya untuk berubah menjadi
pasar ekonomi. Meskipun berjalan dengan sukses beberapa tahun pertama, Republik
Ceko mendapatkan masalah dengan mata uangnya pada tahun 1996, yang mana
membutuhkan keputusan kebijakan uang ketat. Perekonomian masih menderita karena
defisit keuangan besar dan inflasi yang terus meningkat. Tetapi banyak orang
merasa Republik Ceko telah berhasil mentransisi dirinya ke pasar ekonomi, hal
ini dibuktikan dengan masuknya mereka ke Uni Eropa pada tahun 2004.
Republik Ceko memperkenalkan sistem
akuntansi dan pajak yang baru pada tahun 1993. Seperti Polandia, standar ini
masih dibuat oleh menteri keuangan, tetapi mereka lebih fokus ke standar
ekonomi yang dibawa pasar. Republik Ceko sekarang bekerja untuk menghilangkan
perbedaan antara peraturan akuntansi Ceko dengan IFRS menggunakan aturan Ceko.
Seperti Polandia, hak masuk Republik
Ceko ke Uni Eropa merupakan langkah besar untuk negara ini karena
persyaratannya yang berat. Sebagai tambahan ini menggambarkan kesuksesan negara
ini untuk memasuki pasar ekonomi. Meskipun keterpurukan ekonomi masih ada.
Sebagai bagian dari Uni Eropa, Republik Ceko mengadopsi IFRS pada tahun 2005.
Tantangan Republik Ceko pada saat ini adalah untuk bertahan dengan perubahan
yang cepat tanpa manajemen senior. Perubahan menuju IFRS membutuhkan banyak
perjuangan dari seluruh perusahaan untuk menggunakan sistem baru dalam proses
pengungkapan perusahaan.
3. Polandia
Polandia memulai transisinya ke arah
pasar ekonomi pada tahun 1990 menggunakan model shock therapy, yang berarti
bahwa semua perubahan dibuat secara bersamaan. Faktanya tujuan Polandia dalah
membangun basis untuk pasar ekonomi dalam satu tahun. Dengan cara membuat
legal, institusional dan institusi ekonomi yang diperlukan untuk membantu
privatisasi ekonomi. Meskipun transisi mereka dimulai dibawah kondisi yang
susah (seperti inflasi yang tinggi), negara mereka menjadi salah satu pemimpin
diantara negara-negara transisi. Kemiskinan dan pengangguran masih tetap tinggi
di Polandia, tetapi negara ini tetap membuat kemajuan. Mungkin yang paling
berarti adalah masuknya negara ini kedalam Uni Eropa pada tahun 2004.
Dibawah rezim komunis, akuntansi
tetap eksis untuk mengatur penggunaan aset negara dan menjaga aset publik dari
pencurian. Menteri keuangan membuat akuntansi untuk mengontrol kegiatan dari
perusahaan pereorangan. Rencana akuntansi Soviet dikenalkan pada tahun
1953-1954 yang mana mengalokasikan dana surplus untuk aktiva negara. Dengan
begitu akuntansi ada bukan untuk mengukur keuntungan atau efisiensi, tetapi
didorong untuk menolong pemerintah menyalurkan dana untuk aktivitas negara.
Pengungkapan yang digunakan untuk mengetahui seberapa bagus perusahaa mencapai
target surplus. Meskipun tidak ada hukuman untuk kegagalan, perusahaan masih
beresiko untuk tidak disukai oleh partai komunis.
Sistem akuntansi Polandia melalui 3
tahapan transisi yaitu tahun : 1991, 1994, dan 2000. Ketetapan akutansi 1991
yang dikeluarkan oleh menteri keuangan untuk menyediakan peraturan yang
menjembatani transisi ekonomi menuju pasar ekonomi. Tetapi ketetapan yang
dibuat tanpa mengkonsultasikan perbedaan pengguna informasi sangat dikritik
karena sangat tidak membantu dan banyaknya ketidak konsistenan antara praktik
dan aturan.
The
Accounting Act tahun 1994 yang dikeluarkan untuk membawa akuntansi Polandia
lebih dekat dengan standar Uni Eropa. Polandia mengadopsi ide dari “true and
fair view” dan mengeluarkan standar untuk mengisi kekosongan dalam sistem.
Peraturan ini membuang persyaratan untuk menggunakan chart of account dan
mensyaratkan perusahaan untuk mengembangkan rencana akuntansi perusahaan.
Sebagai tambahan, ini mengatur bursa saham untuk membuat peraturran untuk
perusahaan yang ikut bursa saham, lebih spesifik lagi di daerah
pengungkapannya. Standar Akuntansi Polandia sekarang sudah lebih sejalan dengan
IFRS.
4. Rusia
Meskipun situasi ekonomi di Rusia
telah meningkat, negara ini berbeda dengan negara transisi lainnya, Pertama,
saham perusahaan baru masih kecil dibandingkan dengan yang lain. Yang kedua,
banyaknya unit produksi bergaya soviet lama yang masih berfungsi meskipun dalam
keadaan merugi. Kemampuan negara ini untuk tumbuh berasal dari sumber daya
alamnya, sebagai contoh minyak dan gas, lebih jauh mereka mendominasi dengan
monopoli lamanya yang tidak berubah. Dalam federasi Rusia, pemerintah mempunyai
kontrol tunggal atas akuntansinya. Sebagai hasil dari latar belakang negara
sosialis. Standar akuntansi Rusia diformulasikan untuk melacak input dan
output. Karena itulah standar mencerminkan sedikit tentang nilai dan laba.
Perusahaan di Rusia lebih condong merubah laba untuk menghindari pajak dan
merubah pendapatan agar terlihat lebih menguntungkan bagi investor.
Umumnya
menteri keuagan Rusia yang membuat ketetapan akuntansi, tetapi CBRF yang
bertanggung jawab membuat standar akuntansi dan audit untuk bank dan institusi
kredit. Sebagai tambahan CBRF memonitor mereka dan menetapkan persyaratan modal
minimum. Pada tahun 2002 perdana menteri Rusia mengumumkan bahwa Rusia dan bank
harus membuat laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS pada awal tahun 2004.
Lebih spesifik lagi semua pernyataan konsolidasi oleh perusahaan dan bank harus
disiapkan dengan IFRS. Laporan keuangan bank individual juga harus disiapkan
dengan IFRS tetapi untuk perusahaan individual harus lanjut menggunakan GAAP
Rusia.dengan IFRS tetapi untuk perusahaan individual harus lanjut menggunakan
GAAP Rusia.
5. Brazil
Seperti di Perancis dan Italia,
tradisi akuntansi di Brazil memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan oleh
petugas pajak dan kreditor. Meskipun kepentingan investor dari dalam dan luar
negeri yang sudah masuk ke dalam pasar saham meningkat. Masih ada signifikan
kecil yang sama jauhnya dengan sikap ke akuntansi dan penyingkapan yang
diperhitungkan.
Seperti di negara latin lainnya,
pengaruh dari pemerintahan, peraturan perusahaan dan kebijakan pajak dalam
akuntansi adalah hal dasar yang amat penting. Di Brazil warisan kebudayaan
Portugis adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Meskipun peraturan perdagangan
dasar telah ditetapkan pada tahun 1850, hukum perusahaan pada tahun 1976 berisi
tentang persyaratan dasar perintah persiapan pelaporan keuangan dan
pengungkapan untuk perusahaan publik. Sebagai tambahan Commissao de Valores
Mobiliarios (CVM), SEC, mengeluarkan standar akuntansi untuk perusahaan yang
terdaftar dalam pasar modal. Pasar modal Brazil meskipun kecil dibandingkan
dengan Inggris dan Amerika, adalah salah satu pasar utama di Amerika Latin dan
pertumbuhannya amat penting.
Profesi akuntan di Brazil tidak
begitu berkembang seperti negara Anglo-Saxon, tetapi institue untuk akuntan
Brazil (IBRACON) dan Dewan Akuntansi Federal telah mengeluarkan standar
akuntansi yang diterima secara umum sebagai prinsip akuntansi yang bertujuan
untuk mengembangkan akuntansi di negara ini.
AKUNTANSI NEGARA ASIA
Banyak negara berkembang di Asia
yang mempunyai sejarah penjajahan panjang, seperti Indonesia (Belanda); India,
Pakistan, Hongkong, Singapura dan Malaysia (Inggris); dan Philipina
(Spanyol/AS). Cina juga telah dipengaruhi oleh ide barat dan sosialis dari
bekas Uni Soviet. Pada tahun 1997, banyak negara berkembang di Asia mengalami
kemunduran kepercayaan diri didalam pasar keuangan, yang berujung pada krisis
financial. Salah satu jalan keluar dari hal ini adalah meningkatkan kualitas
dan transparansi akuntansi dengan cara mengadopsi kualitas dan transparansi
akuntansi internasional.
1. Cina
Perubahan besar tekanan di bawah
Cina terjadi dari fokus utama pada informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah,
yang melibatkan perencanaan dan perpajakan nasional. Menuju ke sudut pandang
yang lebih luas termasuk oleh investor, kreditor dan manajemen perusahaan.
Sebuah keputusan yang berorientasi mikro yang menahan ukuran kontrol makro
ekonomi-keseimbangan yang diberikan ke tradisi Cina oleh keseragaman dan
peraturan yang detail.
RRC adalah negara yang menganut
paham komunis, oleh karena itu pemerintah, melalui hukum yang ditetapkan oleh
Kongres Rakyat Nasional, adalah pengaruh utama dari akuntansi dan auditing.
Meskipun sejarah akuntansi di Cina bisa dilacak 2000 tahun yang lalu, pada awal
tahun 19000 sistem pembukuan ganda dikenalkan. Kemudian pada tahun 1940, sistem
akuntansi berorientasi barat dilaksanakan pada perusahaan besar dan pelajaran
akuntansi di tingkat universitas pun meningkat dipengaruhi oleh UK dan AS.
Tetapi RRC pada tahun 1949 berubah drastis dengan pengenalan sistem akuntansi
Uni Soviet dan tekanan atas keseragaman dan kontrol terpusat untuk tujuan
rencana nasional. Sejak 1978, pendekatan ini telah dimodifikasi mengikuti
kebijakan “pintu terbuka” ke dunia luar dan program ambisius Cina untuk
modernisasi. Dengan mereformasi ekonomi menuju ke arah orientasi ekonomi telah
mendatangkan beberapa reformasi akuntansi. Hukum akuntansi RRC diadopsi pada
tahun 1985 dan direvisi pada 1993 dan lagi 1999, ditetapkan prinsip umum yang
peduli
tentang peran dan lingkungan
akuntansi, dan didukung oleh MOF untuk mengeluarkan standar akuntansi,
Pada tahun 1992, dasar akuntansi
untuk perusahaan bisnis dan kerangka kerja konseptual untuk RRC dikeluarkan.
Pada awal tahun 1993 standar akuntansi dikembangkan kedalam berbagai topik
dengan standar akhir yang dikeluarkan. Pada tahun 1998, peraturan yang
diaplikasikan untuk brgabung ke perusahaan diganti dengan keluarnya sistem
akuntansi untuk bergabung dengan PT. Mengikuti revisi peraturan akuntansi pada
tahun 1999, dewan RRC juga mengeluarkan FARR untuk perusahaan, yang mana
memperbaharui definisi dari aset, liabilitas, ekuitas pemilik, pendapatan dan
beban yang sebelumnya sama dengan standar dasar.FARR juga mengelompokkan
komponen pernyataan keuangan/laporan keuangan termasuk arus kas, neraca saldo,
dan laporan laba rugi.
Standar akuntansi yang baru,
dibangun sebagai standar dasar dan rangkaian dari standar spesifik yang
menggambarkan perubahan besar dengan pendekatan dalam akuntansi Cina dalam hal
semua perusahaan sekarang perlu patuh dengan gabungan dari prinsip akuntansi.
Tetapi isi yang paling penting dalam konteks standar akuntansi yang baru ini
menggambarkan sebuah area baru dalam akuntansi Cina. Satu berdasarkan dari
pendekatan pasar yang berorientasi barat lebi dari gaya lama Uni Soviet.
Akuntansi keuangan berdasarkan pada kesamaan sumber dana dan pengaplikasian
dana, telah diperbaharui dan diganti degan penjumlahan akuntansi, dimana
aset-aset equal liabilitas ditambah modal/ekuitas pemilik. Dalam pembuatan
perubahan ini, kepentingan grup pengguna yang lebih luas melebihi pemerintah.
Telah dikenali, diberi nama, investor, kreditor, dan manajemen perusahaan.
Informasi akuntansi sekarang harus bertemu dengan lebih dari persyaratan untuk
kontrol makro ekonomi nasional. Jadi posisi keuangan perusahaan dan hasil
operasi bisa dimengerti dan praktik finansial dan administrasi yang telah
dikuatkan, informasi akuntansi juga harus bertemu dengan kepentingan/kebutuhan
pengguna eksternal dan manajemen.
Meskipun pemerintah melalui MOF dan
agensi akuntansi resmi, DAAA telah menetapkan reformasi akuntansi, ini sangat
adil untuk dikatakan bahwa organisasi akuntansi yang notabennya adalah Asosiasi
Akuntansi Cina, sebuah badan yang mengkhususkan dalam penelitian pendidikan,
teori dan praktik akuntansi, telah memainkan peranan penting. Asosiasi ini
didirikan pada tahun 1980, membentuk grup penelitian dalam teori dan standar
akuntansi dengan kebanyakan anggotanya yang memiliki pendidikan setara dengan
professor.
2. Indonesia
Berdasarkan sejarah, sistem
akuntansi Indonesia didasari oleh sistem akuntansi Belanda sebagai hasil dari
pengaruh penjajaan Belanda di negeri ini. Tetapi, ikatan antara kedua negara
rusak pada pertengahan tahun 1900. Indonesia berubah mengikuti praktik
akuntansi AS. IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) didirikan pada tahun 1959 untuk
membimbing akuntan Indonesia. Pada tahun 1970 IAI membuat kode dan diadopsi
oleh prinsip dan dasar akuntansi berdasarkan GAAP AS. Sistem akuntansi
Indonesia berfokus pada informasi yang dibutuhkan investor diatas permintaan
pemerintah. Pada tahun 1974, IAI membuat komite standar akuntansi keuangan
untuk membuat standar keuangan.
Indonesia telah membuat perkembangan
ekonomi yang bagus pada dekade yang lalu, tetapi krisis financial asia telah
membuat negara ini menuju ke arah kemiskinan. Sejak krisis, Indonesia telah
melakukan beberapa perubahan sosial dan politik. Yang menghasilkan perubahan
substansial dan merubah derajat kemakmuran seperti sebelum terjadinya krisis.
Pada tahun 1994, komite standar
akuntansi keuangan direkonstruksi sebagai aturan standar akuntansi yang lebih
independen atas IAI, sekarang DSAK bekerja untuk mengharmonisasikan standar
akuntansi indonesia dengan IFRS.
Untuk Indonesia, Pada
periode 1973-1984,
Ikatan
Akuntansi
Indonesia (IAI)
telah
membentuk
Komite Prinsip – prinsip
Akuntansi
Indonesia untuk
menetapkan
standar –standar akuntansi, yang kemudian
dikenal dengan
Prinsip - prinsip Akuntansi Indonesia
(PAI).
Pada
periode 1984-1994, komite
PAI
melakukan
revisi
secara
mendasar PAI 1973 dan
kemudian menerbitkan
Prinsip Akuntansi Indonesia
1984 (PAI1984).
Menjelang akhir
1994, Komite standar
akuntansi memulai suatu revisi besar
atas prinsip - prinsip
akuntansi Indonesia
dengan
mengumumkan pernyataan – pernyataan standar akuntansi
tambahan dan menerbitkan
interpretasi atas
standar
tersebut. Revisi tersebut menghasilkan 35 pernyataan
standar
akuntansi keuangan,
yang
sebagian besar harmonis dengan IAS yang dikeluarkan oleh IASB.
Padaperiode
1994-2004,
ada perubahan Kiblat
dari US GAAP
ke IFRS, hal ini ditunjukkan
Sejak tahun 1994, telah menjadi kebijakan dari Komite Standar Akuntansi Keuangan
untuk
menggunakan
International
Accounting Standards
sebagai dasar untuk
membangun standar akuntansi
keuangan Indonesia. Dan
pada tahun 1995, IAI
melakukan
revisi besar untuk menerapkan
standar
– standar akuntansi
baru, yang kebanyakan konsisten dengan
IAS.
Beberapa standar diadopsi dari
USGAAP dan lainnya
dibuat
sendiri.
Pada
periode 2006-2008, merupakan
konvergensi IFRS
Tahap1, Sejak tahun1995 sampai tahun
2010, buku Standar Akuntansi Keuangan
(SAK
)terus direvisi secara berkesinambungan,
baik
berupa penyempurnaan maupun
penambahan standar baru. Proses revisi dilakukan
sebanyak enam
kali yakni pada tanggal 1 Oktober
1995, 1 Juni 1999
, 1 ApriL 2002, 1 Oktober 2004,
1 Juni 2006, 1 September 2007,
dan versi 1 Juli 2009.
Pada tahun 2006 dalam kongres IAI (CekLaginanti)
X di Jakarta ditetapkan bahwa konvergensi penuh IFR
Sakan diselesaikan
pada tahun 2008. Target
ketika
itu
adalah taat penuh dengan
semua
standar
IFRS pada tahun 2008. Namun dalam
perjalanannya ternyata
tidak
mudah. Sampai akhir tahun
2008 jumlah
IFRS yang diadopsi baru mencapai
10 standar IFRS dari total 33 standar.
3. Thailand
Thailand adalah salah satu negara di
Asia Tenggara yang berhasil menghindari penjajahan. Setelah krisis keuangan
pada tahun 1997. Thailand menerapkan reformasi untuk meningkatkan kerjasama
pemerintah dan meningkatkan investasi untuk kompetisi. Perekonomian Thailand
pulih dengan cepat dan mengalami pertumbuhan yang bagus. Tingkat kemiskinan
juga menurun sebagai akibat dari adanya penguatan ekonomi.
Standar akuntansi dikeluarkan oleh
ICAAT, yang didirikan pada tahun 1948. Tetapi, standar akuntansi Thailand harus
disetujui oleh menteri keuangan dan ditempatkan secara hukum sebelum perusahaan
menggunakan mereka. Sekarang ICAAT telah mengadopsi 21 dari seluruh standar
IAS.
Komisi bursa saham Thailand
mensyaratkan bahwa semua perusahaan yang mendaftarkan diri pada SET (bursa
saham Thailand) harus diaudit oleh auditor eksternal dan independen. Lebih jauh
lagi, perusahaan yang ingin mendaftarkan diri dalam bursa harus memenuhi
beberapa persyaratan yang dibutuhkan oleh investor. Sebagai tambahan, ini sudah
diputuskan bahwa pengawasan perusahaan yang sudah masuk kedalam bursa saham
yang dulunya dilakukan oleh menteri keuangan sekarang dipindahkan ke Thailand
SEC yang mana akan menghasilkan peraturan organisasi dan penekanan hukum ke
perusahaan yang sudah terdaftar dalam bursa saham.
4. India
Pada tahun 50-an, lebih dari 50% penduduk India berada
dalam kemelaratan. Walau bagaimanapun, India saat ini telah meningkatkan taraf
ekonominya secara signifikan dalam dekade terakhir ini. Tidak hanya tingkat
kemiskinan yang telah berkurang, tetapi pertumbuhan ekonomi telah meningkat dan
berbagai macam indikator sosial telah meningkat (seperti Angka Harapan Hidup
dan Melek Huruf).
Karena yang diterapkan di India
berasal dari Inggris, standar akuntansinya memusatkan pada kebutuhan informasi
investor. Pada tahun 1949, ICAI (Institute of Chartered Accountants in India)
dibentuk sebagai organisasi nasional dari akuntan yang telah terdaftar di
India. Kemudian ASB (Accounting Standard Board) didirikan unuk merumuskan
standar akuntansi untuk membantu dewan ICAI dalam menciptakan dan merubah
standar akuntansi di India. ICAI adalah anggota penuh dari IFAC (International
Federation of Accountants) dan diharapkan untuk memajukan IFRS (International
Financial Reporting Standards) dalam mencapai harmonissasi internasional.
Seperti contohnya, ASB memberikan pertimbangan terhadap IAS (International
Accounting Standards) dan IFRS yang diterbitkan oleh IASB (International
Accounting Standard Board) dan mencoba untuk mengimplementasikannya dalam
standar mereka sampai batas yang memungkinkan, mengingat keadaan di sekitar
India.
5. Malaysia
Meskipun Malaysia telah berjuang
dalam sejarah, negara ini telah mengalami pertumbuhan yang sangat cepat dalam
30 tahun terahir ini. Lebih jauh lagi, tingkat kemakmuran malaysia meningkat
secara pesat. Prospek beberapa tahun ke depan pun amat menjanjikan dengan
antisipasi pertumbuhan dalam GDP, konsumsi pribadi dan investasi pribadi.
Seperti Indonesia, sistem resmi Malaysia berasal dari Inggris. Seperti yang
sudah diperkirakan, sistem akuntansi ini juga membidik untuk bertemu dengan
informasi yang diperlukan oleh investor.
The Malaysian Institute
of Accounting (MIA) telah didirikan dibawah pengawasan regular perkumpulan
profesi akuntan di Malaysia. Tapi, Malaysia merestrukturisasi sistem
akuntansinya pada tahun 1997 dengan Financial Reporting Act, yang dibuat oleh
Financial Reporting Foundation (FRF) / Badan Pelaporan Keuangan dan Malaysian
Accounting Standard Board (MASB). FRF mengawasi pekerjaan MASB tetapi tidak
terlibat dalam proses standarnya. MASB adalah badan independen yang diciptakan
untuk mengembangkan dan mengajukan standar akuntansi di Malaysia. Kerangka
kerja baru ini diibuat dengan proses standar yang representatif dengan
pengguna, pembuat kebijakan, dan akuntan.
REFERENSI :
Lilik Purwanti. Dampak Harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan terhadap Peran Akuntansi, Perkembangan Profesi Akuntan dan Pendidikan Akuntansi.
(Diakses Pada, 23Maret 2016. 14:37 WIB).
Ida Nurhayati, SE, MSI dan Maryono, AKP, SE,
MM, AK, CA. Damapak Konvergensi Standar Akuntansi Keuangan Terhadap
International Finalcial Reporting Standards (IFRS) Pada Perusahaan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus Peusahaan Manufaktur). (Diakses
Pada, 25 April 2016. 14:37 WIB).
Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Akuntansi Internasional
Nama
: D. Purnomo
Dosen
: Jessica Barus, S.E., Mmsi.
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar