BAB
17
Pembangunan
Terlanjutkan
( Sustainable Development )
Perekonomian dunia
seratus tahun terakhir tumbuh pesat,di mana nilai output dunia tahun 1990 naik
dua puluh kali lipat dari tahun 1900.Tetapi pertumbuhan yang tinggi tersebut
membawa beberapa dampak negatif.Selain memburuknya distribusi pendapatan
antarnegara, seperti telah di jelaskan di Bab 16 juga,kondisi lingkungan
semakin rusak,cadangan (stok) kekayaan alam untuk generasi mendatanng berkurang
secara dratis.
a.Rusaknya/Memburuknya
Kondisi lingkungan Hidup
b.Ketidakadilan
Antargenerasi (Interr – Generation Inequality)
1.Imbang Korban
Pertumbuhan Ekonomi – kualitas Lingkungan Hidup
Pelajaran yang di petik
dari sejarah pertumbuhan ekonomi dunia seratus tahun terakhir ini adalah adanya
imbang korban (trade – off) antara pertumbuhan ekonomi dengan penurunan
kualitas lingkungan hidup.Imbang korban inilah yang terus ditelaah,terutama
dalam ilmu ekonomi sumber daya alam dan atau ilmu ekonomi lingkungan.
2.Masalah – masalah di
Masa Mendatang
Menurut Emil Salim
(1988),beberapa masalah yang akan terus – menerus di hadapi masyarakat dunia
adalah kependudukan,ketersediaan pangan,kelestarian spesies dan
ekosistem,industralisasi,ketersediaan energi,dan pengembangan kota.
A.Kemiskinan
Jumlah penduduk dunia tahun 1990 adalah 5,982
miliar jiwa,dimana > 1 miliar hidup dalam keadaan sangat miskin.Tahun 2005
jumlah penduduk bumi diperkirakan mencapai 7 miliar jiwa,dimana > 2 miliar
hidup dalam kondisi sangat miskin.Umumnya mereka tinggal di wilayah – wilayah yang
sangat miskin kekayaan alamnya.
B.Dampak Kemajuan
Teknologi yang Mendua
Yang dimaksud dengan dampak kemajuan teknologi
yang mendua adalah di satu sisi kemajuan teknologi telah meningkatkan efisiensi
penggunaan SDA.
C.Kekuatan Monopoli
Gejala monopoli di pasar output dan input
(monopsoni) makin jelas terlihat selama tiga puluh tahun terakhir ini.Dari
faktor penyebabnya,monopoli dapat dibedakan menjadi monopoli karena undang –
undang dan monopoli alamiah.
Di negara sedang berkembang (NSB), gejala monopoli
yang terjadi umunya adalah monopoli berdasarkan undang – undang.
Di negara – negara maju,gejala monopoli yang
terjadi adalah monopoli alamiah. Kemampuan monopoli tersebut diperoleh karena
penguasa teknologi,informasi,manajemen, dan sumber – sumber faktor – faktor produksi.Kemampuan
monopoli alamiah sangat terlihat pada perusahaan – perusahaan multinasional
(MNC).
3.
Pembangunan
Terlanjutkan
(Sustainable Development)
A.Definisi dan pengertian
Yang
dimaksud dengan pembangunan terlanjutkan (sebagian orang menyebut pembangunan
berkelanjutan) adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa
mengurangi kemampuan generasi mendatang utuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri
(meeting the needs of present generation without compromising the needs of
future generation).
Rumusan
di atas memuat dua komponen pokok,yaitu kebutuhan dan keterbatasan. Konsep
kebutuhan berhubungan erat dengan aspek keadilan distribusi output dunia,dimana
seharusnya pemenuhan kebutuhan diprioritasikan kepada penduduk yang masih
bergualat dalam kemiskinan.Keterbatasan dikaitkan dengan aspek teknologi dan
pranata sosial dalam pengelolaan SDA dan atau lingkungan hidup,agar SDA yang
tersedia dapat digunakan untuk keperluan generasi sekarang dan mendatang.Selain
itu diharapkan juga dapat memperbaiki kualitas lingkungan hidup yang sudah
terlanjur rusak.
B.Perhitungan PDB Berdasarkan Konsep Pembangunan
Terlanjutkan
PNN* = PNB – Dm – Dn
Dimana:
PNN* = Produk Nasioanal
Neto yang terlanjutkan (Sustainable Net National product)
PNB = Produk Nasioanal Bruto
Dm = depresiasi barang modal (depreciation of
manufactur capital assets)
Dn = depresiasi sumber daya lingkungan
(depreciation of enviromental capital)
Dinyatakan
dalam satuan moneter (uang) per tahun
PNN*
= PNB – Dm – Dn – RA – A
Dimana:
RA = Pengeluaran yang
dibutuhkan untuk memulihkan (to restore) sumber daya lingkungan,seperti
hutan,air,ikan.
A = Pengeluaran yang di
butuhkan untuk mencegah kerusakan lingkungan,seperti polusi udara,penurunan
kualitas air dan tanah.
4.Penerapan di Indonesia
A.Masalah Lingkungan di Indonesia
Jika diklasifikasikan,ada empat masalah lingkungan
yang sangat serius yang sedang dihadapi Indonesia saat ini,yaitu:
1.Deforestasi
2.Degradasi Hutan
3.Kekurangan Air
4.Polusi Udara
B.Faktor Penentu Pelaksanaan pembangunan
terlanjutkan di Indonesia
1.Kehendak Politik Pemerintah
2.Peranan Institusi Lingkungan Pemerintah
3.Peranan lembaga Swadaya masyarakat (LSM)
4.Peranan Sektor Industri
5.Peranan media Massa
6. kesadaran dan Parisipasi Mayarakat
C.Otonomi Daerah
Mulai
1 Januari 2001 pengelolaan sumber daya alam (SDA) dilaksanakan dalam kerangka desentralisasi
berdasarkan UU No. 22/1999.Titik berat penyelanggaraan otonomi daerah adalah
kabupaten,sedangkan provinsi menjalankan fungsi – fungsi dekonsentrasi
(melaksanakan tugas pemerintah pusat dan mengoordinasikan kegiatan antar
kabupaten dalam provinsi.
Salah
satu fungsi strategi yang diserahkan kepada pemerintah kabupaten adalah
lingkungan hidup.Sedangkan wewenang tentang penggunaan SDA dan standar
konservasi ada di tangan Pemerintah Pusat.Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki
keterkaitan yang erat dalam pengeloloaan SDA,terutama untuk bidang – bidang kehutanan,pertambangan,
lingkungan hidup,kelautan dan perencanaan tata ruang.
D.Pengelolaan Sumber Daya Kelautan
Salah
satu departemen baru yang dibentuk oleh pemerintah Abdurrahman Wahid adalah
Departemen kelautan dan perikanan.Pembentukan departemen tersebut sangat
relevan bagi Indonesia.Sebab Indonesia adalah negara maritim yang ¾ wilayahnya
merupakan lautan (luas daratan 2 juta km² sedangkan luasa lautan 6 juta km²),bangsa
bahari yang nenek moyangnya adalah pelaut ulung.
Data
– data tahun 1996,1997,dan 1998 menunjukan bahwa kontribusi sektor kelautan
terhadap PDB Indonesia (berdasarkan harga konstan 1993) terus meningkat dari
11,41%, 14,39% dan 18,13%.Data – data tersebut menunjukan bahwa laut dapat
menjadi andalan sumber dana pembangunan nasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar